BOJONGGEDE — Penataan kawasan Bojonggede mulai bergerak ke tahap yang lebih tegas. Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi kepada para pedagang sebelum menertibkan 58 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan pembangunan jembatan layang atau sky bridge yang akan menghubungkan terminal dan stasiun.
Sosialisasi Sebelum Penertiban Dimulai
Camat Bojonggede, Edi Suwito, mengatakan sosialisasi dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan. Dalam pertemuan itu, pemerintah menyampaikan rencana penertiban agar para pedagang bisa membongkar lapaknya secara mandiri sebelum tindakan lapangan dilakukan.
“Hari ini tahapan penyiapan sosialisasi untuk melakukan penataan yang memang bisa dilakukan oleh Pemkab Bogor sebelum nantinya Skybridge Bojonggede diresmikan,” ujar Edi.
Lapak Menempati Sempadan Jalan
Selain terkait pembangunan sky bridge, 58 lapak PKL itu juga dinilai perlu ditata ulang karena berada di sempadan Jalan Bojonggede. Menurut Edi, kondisi tersebut membuat kawasan sekitar perlu diatur agar ke depan lebih nyaman dan tertib.
“Ini perlu ditata ulang ke depannya mau seperti apa, jika Bojonggede ini ingin nyaman maka nantinya melakukan penataan, mungkin penataan itu akan berkonsekuensi pada penertiban,” katanya.
Jadwal Peresmian Masih Menunggu Keputusan
Meski penertiban mulai disiapkan, Pemkab Bogor belum memastikan kapan Sky Bridge Bojonggede akan diresmikan. Edi menyebut keputusan soal waktu peresmian masih menunggu rapat lanjutan.
“Nanti keputusannya setelah rapat dilakukan. Kami belum bisa memutuskan. Karena di sini kami hanya sebagai penyelenggara pelaksana, dan yang mungkin nanti berkompeten di sini adalah BPTJ, PUPR, PT KAI dan Dishub,” tutur Edi.
Dengan penertiban ini, pemerintah daerah tampak ingin memastikan pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan penataan ruang publik yang lebih tertib di Bojonggede.
jabar.jpnn.com, KABUPATEN BOGOR












