Ribuan warga memadati Lapangan Puntir, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Sabtu (25/11) malam. Suasana yang ramai dan hangat itu hadir dalam kegiatan selawat kebangsaan yang digelar Kiai Muda Ganjar, dengan tema “menjemput ganjaran dan keberkahan”. Acara tersebut tidak sekadar menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menjadi ajang doa bersama yang disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Selawat yang Disambut Meriah Warga
Kegiatan berlangsung penuh semangat sejak awal hingga akhir. Kehadiran ribuan orang membuat Lapangan Puntir dipenuhi suasana religius sekaligus meriah. Bagi banyak warga, selawat kebangsaan seperti ini bukan hanya bentuk kecintaan kepada Nabi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat harapan terhadap arah masa depan bangsa.
Salah satu peserta, Yudi (34), mengatakan selawat memiliki makna penting dalam membangun rasa cinta kepada nabi. Ia juga menilai, momentum kebersamaan semacam ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih pemimpin yang tepat agar Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik.
Harapan pada Pemimpin yang Tegas
Yudi menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan lebih makmur, sejahtera, aman, dan bebas dari korupsi jika rakyat menjatuhkan pilihan pada sosok yang tepat. Ia juga menyinggung persoalan pengangguran yang menurutnya hanya bisa diatasi oleh pemimpin yang serius dan berani mengambil langkah tegas.
Dalam pandangannya, pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi figur yang paling layak memimpin. Ia menilai keduanya tegas dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Menurut Yudi, pasangan ini mampu menjawab tantangan besar yang ia sebut sebagai darurat korupsi, darurat penegakan hukum, dan darurat radikal.
Ganjar-Mahfud Dinilai Punya Jawaban
Pandangan serupa juga disampaikan Pimpinan Mafia Selawat Gus Ali Gondrong. Ia menilai hanya pasangan Ganjar-Mahfud MD yang diyakini dapat menjawab persoalan-persoalan mendesak yang dihadapi Indonesia saat ini. Ganjar disebut sebagai sosok yang tegas dan berani dalam pemberantasan korupsi, sementara Mahfud dipandang menjadi pasangan yang memperkuat langkah tersebut di ranah hukum.
Acara yang digelar oleh Sukarelawan Kiai Muda Ganjar itu akhirnya menjadi panggung kebersamaan antara selawat, doa, dan aspirasi politik warga. Di tengah lantunan doa yang menggema, ribuan peserta di Pasuruan menunjukkan bahwa pesan keagamaan dan harapan terhadap pemimpin masa depan bisa berjalan beriringan dalam satu malam yang penuh perhatian publik.












