SOLO – Yayasan Gema Salam menatap tahun 2024 dengan agenda yang lebih tertata. Organisasi yang beranggotakan eks napi teroris itu tengah menyiapkan restrukturisasi internal, sekaligus merancang langkah penguatan ekonomi bagi para anggotanya. Fokusnya bukan sekadar merapikan data, tetapi juga membangun kemandirian agar para anggota punya peran yang lebih jelas di lingkungan masing-masing.
Penataan Organisasi Jadi Langkah Awal
Ketua Gema Salam, Muhammad Jamaluddin, mengatakan restrukturisasi akan menjadi pekerjaan utama pada awal tahun depan. Penataan dilakukan di berbagai daerah di Kota Solo agar struktur organisasi lebih rapi dan identitas anggota bisa dipetakan dengan baik.
“Lalu, dilakukan penataan struktural organisasi di berbagai daerah di Kota Solo. Sehingga, lebih tertata dan bisa diketahui siapa-siapa anggotanya,” kata Jamaluddin, Sabtu (30/12/2023).
Menurut dia, kejelasan struktur menjadi fondasi penting sebelum yayasan melangkah ke program yang lebih besar. Dengan data anggota yang lebih pasti, Gema Salam bisa menyusun kebutuhan dan prioritas kerja secara lebih terarah.
Penguatan Ekonomi dan Keterampilan Anggota
Setelah pendataan dan penataan organisasi selesai, Gema Salam berencana menjalin kerja sama dengan pihak eksternal untuk memperkuat perekonomian anggota. Program ini disiapkan agar para anggota tidak hanya bergantung pada dukungan internal, tetapi juga punya akses ke peluang ekonomi yang lebih luas.
Tak berhenti di situ, yayasan juga akan membekali anggota dengan berbagai keterampilan praktis. Salah satu jalur yang disiapkan adalah menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan skill dan kemampuan agar mereka bisa mandiri.
“Termasuk bekerjasama dengan BLK untuk meningkatkan skill dan kemampuan mereka agar bisa mandiri,” ujar Jamaluddin.
Coaching Clinic untuk Bangun Kesadaran Berorganisasi
Upaya penguatan itu juga ditunjukkan lewat kegiatan coaching clinic bertema Penguatan Organisasi Yayasan Gema Salam, Jawa Tengah yang digelar di Rumah Makan Adem Ayem Solo, Sabtu (30/12/2023). Kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran berorganisasi di kalangan anggota sebelum masuk ke tahap program yang lebih teknis.
Jamaluddin menegaskan, kesadaran kolektif menjadi titik awal agar organisasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberi dampak nyata. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran dalam berorganisasi terlebih dahulu. Jika sudah tumbuh kesadaran, tentunya akan menimbulkan semangat. Sehingga, mereka dapat bermanfaat minimal bagi keluarga maupun warga di sekitar mereka tinggal,” jelasnya.
Dengan arah program yang mulai disusun sejak akhir 2023, Gema Salam tampak ingin menjadikan 2024 sebagai tahun konsolidasi: merapikan struktur, memperkuat keterampilan, lalu mendorong anggota agar lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News












