Depok — Pihak SMP Negeri di Depok buka suara setelah muncul dugaan perundungan terhadap R, 15 tahun, siswa berkebutuhan khusus. Sekolah menegaskan, berdasarkan keterangan yang mereka terima, tidak ada tanda-tanda bullying seperti yang ramai disebutkan.
Sekolah Sebut R Tidak Pernah Mengadu
Wakil Bidang 1 Sarpras sekaligus guru kelas R, Siti Rukiah, mengatakan hubungan R dengan teman-temannya selama ini berjalan baik. Ia menyebut suasana di kelas juga tidak menunjukkan adanya masalah yang mengarah pada perundungan.
“Yang saya tahu, selama ini anak itu dengan teman-temannya baik-baik saja. Di kelas juga tidak ada masalah, karena saya yang ngajar di kelasnya,” ujarnya saat ditemui, Jumat (4/10).
Siti, yang akrab disapa Kiki, menambahkan bahwa R tidak pernah menyampaikan adanya tindakan perundungan, baik kepada guru maupun kepada teman-temannya. Menurut dia, tidak ada laporan yang masuk terkait dugaan tersebut.
“Ke saya tidak pernah (mengadu ada bullying), ke teman-temannya juga tidak pernah melaporkan apa-apa. Karena di kelasnya juga dia tidak ada masalah,” katanya.
Luka Disebut Akibat Pecahan Kaca
Soal luka yang dialami R, pihak sekolah menyampaikan versi berbeda dari dugaan yang beredar. Kiki menjelaskan, berdasarkan keterangan teman-teman R, luka itu muncul setelah korban memukul kaca hingga terkena pecahannya.
“Menurut teman-temannya, dia memukul kaca, sampai akhirnya terkena kaca,” jelasnya.
Usai kejadian tersebut, R disebut langsung dibawa ke rumah sakit oleh wali kelas bersama pembina UKS untuk mendapatkan penanganan medis.
Versi Sekolah Menunggu Kejelasan
Dengan penjelasan itu, pihak sekolah menepis anggapan bahwa ada aksi perundungan yang dilakukan sejumlah siswa terhadap R. Meski begitu, kasus ini tetap menyedot perhatian karena melibatkan siswa berkebutuhan khusus dan menyangkut keselamatan anak di lingkungan sekolah.
jabar.jpnn.com, Depok
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News












