Manchester City kini berada di ujung tanduk dalam persaingan Liga Champions 2024/25. Kekalahan dari Paris Saint-Germain (PSG) membuat posisi mereka di klasemen fase liga ikut goyah, bahkan membuka risiko besar gagal melaju ke babak gugur. Sempat memimpin dua gol, City justru pulang dengan kekalahan 2-4 setelah PSG membalikkan keadaan lewat empat gol balasan.
Keunggulan City Tak Bertahan Lama
Laga PSG vs Man City sejatinya sempat terlihat mengarah ke hasil positif bagi tim tamu. Manchester City lebih dulu unggul 2-0, namun momentum itu hilang begitu PSG mulai mengambil alih pertandingan. Tekanan demi tekanan dari tuan rumah berujung pada empat gol yang menenggelamkan City dan mengubah jalannya laga secara drastis.
Hasil ini membuat PSG naik ke peringkat 22 dengan koleksi 10 poin. Sementara itu, Manchester City justru turun ke posisi 25 dengan 8 poin. Dalam format kompetisi yang ketat, selisih kecil seperti ini bisa sangat menentukan nasib sebuah tim, apalagi ketika persaingan menuju fase gugur masih menyisakan satu pertandingan lagi.
Nasib City Ditentukan Laga Terakhir
Dengan satu pertandingan tersisa, peluang Manchester City belum sepenuhnya tertutup. Namun, situasinya jelas tidak nyaman. Mereka tertinggal dua poin dari VFB Stuttgart yang berada di urutan teratas, sehingga hasil di laga berikutnya akan sangat menentukan apakah City bisa memperbaiki posisi atau justru tersingkir lebih awal.
City kini dituntut tampil jauh lebih efektif dan tidak mengulang kesalahan yang sama. Kekalahan dari PSG bukan hanya soal kehilangan tiga poin, tetapi juga soal hilangnya kendali saat pertandingan masih berada dalam genggaman. Jika tak segera bangkit, juara Inggris itu bisa menghadapi kenyataan pahit di Liga Champions musim ini. Selengkapnya dapat dibaca di JPNN.com.












