Pekalongan — Upaya pencarian korban longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada 24 Januari 2025 kembali diwarnai hambatan berat. Di tengah medan yang masih labil dan cuaca yang terus memburuk, tim SAR gabungan akhirnya menemukan tiga korban yang dipastikan meninggal dunia.
Tiga Korban Ditemukan, Evakuasi Masih Tersendat
Korban pertama ditemukan di sektor 1, tepatnya dekat rumah Sekretaris Desa Kasimpar, sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui seorang remaja bernama Aurelya (14). Penemuan ini menjadi titik awal proses pencarian yang sejak pagi sudah dihadapkan pada kondisi tanah yang tidak stabil.
Dua korban lainnya ditemukan di sektor 3, di area Kafe Allo. Namun, proses evakuasi keduanya belum bisa diselesaikan karena tubuh korban terhimpit material longsor, termasuk batu besar yang menghalangi akses tim di lapangan. Kondisi tersebut membuat petugas harus berhati-hati agar tidak memicu longsor susulan.
Alat Berat Belum Bisa Diterjunkan
Meski kebutuhan untuk mempercepat evakuasi cukup mendesak, penggunaan alat berat seperti eksavator belum dapat dilakukan. Tim menilai lokasi masih belum aman untuk operasi skala besar, sehingga pengerjaan harus menunggu situasi lebih memungkinkan. Rencana penanganan lanjutan pun diarahkan menggunakan peralatan ekstraksi pada keesokan harinya.
Di sisi lain, cuaca memperburuk keadaan. Hujan deras yang turun di area pencarian membuat operasi sempat dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan demi menjaga keselamatan petugas SAR gabungan yang bekerja di medan rawan dengan risiko tinggi.
Medan Berbahaya, Pencarian Dilanjutkan Saat Kondisi Memungkinkan
Longsor di Kasimpar kembali menunjukkan betapa sulitnya proses penyelamatan di wilayah pegunungan yang rentan bencana. Kombinasi tanah yang masih bergerak, batu besar yang menutup jalur, serta hujan yang belum reda membuat tim harus bekerja dalam batas aman yang sangat ketat. Hingga operasi dihentikan sementara, fokus utama petugas adalah memastikan pencarian tidak justru menambah korban di lapangan.
(Source link)












