Berita  

Dugaan Penyiksaan ART Asal Banyumas oleh Majikan di Jakarta: Penyelidikan Polisi

Dugaan Penyiksaan ART Asal Banyumas oleh Majikan di Jakarta: Polisi Turun Tangan Selidiki Video Viral

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang asisten rumah tangga asal Banyumas menyita perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kondisi korban beredar luas di media sosial. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas kini bergerak melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang dialami perempuan muda tersebut, yang disebut bekerja di Jakarta.

Video Viral Picu Penelusuran Polisi

Pada Sabtu, 22 Maret 2025, Satreskrim Polresta Banyumas mulai menindaklanjuti laporan dan informasi yang muncul dari unggahan video di Instagram. Dalam rekaman berdurasi 2 menit 46 detik itu, tampak seorang wanita dengan luka serius yang diduga merupakan korban kekerasan saat bekerja sebagai ART. Video tersebut pertama kali diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni melalui akun Instagram @ahmadsahroni88.

Kepala Satreskrim Polresta Banyumas, Komisaris Polisi Andriansyah Rithas Hasibuan, mengatakan pihaknya telah memeriksa isi video yang tersebar luas itu dan melakukan pengecekan untuk memastikan kebenarannya. Langkah ini dilakukan agar polisi tidak hanya bergantung pada unggahan yang viral, tetapi juga pada hasil verifikasi di lapangan.

Korban Ditemukan di Desa Tanggeran

Setelah menelusuri informasi di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Banyumas, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banyumas menemukan korban. Perempuan berusia 25 tahun itu diketahui berinisial S, sesuai dengan ciri yang muncul dalam video. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa sosok dalam rekaman memang berasal dari wilayah Banyumas.

Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Banyumas. Kondisinya yang mengalami luka parah membuat penanganan kesehatan menjadi prioritas, sementara kepolisian tetap melanjutkan pemeriksaan untuk mengurai dugaan kekerasan yang terjadi.

Kasus Masih Diselidiki

Hingga penyelidikan berlangsung, polisi belum merinci lebih jauh kronologi lengkap maupun pihak-pihak yang diduga terlibat. Namun, perhatian terhadap kasus ini terus menguat setelah Ahmad Sahroni meminta kepolisian segera menindaklanjuti dugaan penyiksaan tersebut. Bagi Polresta Banyumas, langkah awal yang paling penting saat ini adalah memastikan fakta-fakta di balik video viral itu dan menelusuri jejak kejadian yang dialami korban sebelum akhirnya kembali ke Banyumas.

Source link