Kepolisian Republik Indonesia dan para jurnalis photo di Semarang mengalami ketegangan saat seorang ajudan Kepala Polisi, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, melakukan kekerasan terhadap para jurnalis. Peristiwa ini terjadi saat Kapolri meninjau arus balik di Stasiun Semarang Tawang. AJI dan PFI telah mengecam tindakan kekerasan ini, di mana salah satu ajudan meminta jurnalis dan pekerja humas untuk mundur secara kasar. Seorang pewarta foto bernama Makna Zaezar bahkan menjadi korban pemukulan dari seorang ajudan setelah dipindahkan dari lokasi semula. Dengan ancaman kepada beberapa jurnalis, tindakan ajudan ini tidak hanya tidak adil namun juga mengancam kebebasan pers. AJI dan PFI mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis dan mendorong agar kasus ini ditangani dengan serius. Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan menunjukkan pentingnya menjaga kebebasan media dalam menjalankan tugasnya.
Pemukulan Pewarta Foto oleh Ajudan Kapolri: Berita Terkini Semarang
Read Also
Recommendation for You

Indonesia sedang mengalami fenomena triple planetary crisis, yaitu krisis iklim, pencemaran, dan keanekaragaman hayati. Menurut…

Peningkatan Arus Lalu Lintas di Tol Jakarta-Cikampek Selama Libur Imlek 2026 Selama periode libur panjang…

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar “Festival Pecinan di TMII” untuk merayakan Hari Raya Imlek…

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Edison Isir, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam…

Pertunjukan atraksi barongsai yang sebelumnya telah sukses memukau penonton di Guangxi, China, dan Sydney, Australia…







