Konflik Agraria dan Ancaman Premanisme: Penjelasan Polisi

Jakarta — Konflik agraria tak lagi sekadar soal sengketa lahan. Di banyak kasus, persoalan itu justru menjadi pintu masuk bagi aksi premanisme yang merugikan warga maupun pihak lain yang terlibat. Hal itu menjadi sorotan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, yang menegaskan bahwa negara tidak boleh memberi ruang bagi praktik semacam ini.

FGD untuk Cari Langkah Penanganan Bersama

Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan, diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) digelar sebagai langkah strategis untuk membahas penanganan agraria yang lebih berkeadilan di tengah maraknya aksi premanisme. Forum bertajuk “Permasalahan Penanganan Agraria yang Berkeadilan di Tengah Maraknya Aksi Premanisme” itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkret secara bersama-sama.

Menurut Wira, konflik agraria kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan tekanan, intimidasi, hingga tindakan yang mengarah pada premanisme. Karena itu, penyelesaiannya tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menegaskan perlunya kerja sama lintas instansi agar persoalan yang berulang ini bisa ditangani lebih efektif.

Negara Diminta Tidak Kalah dari Premanisme

Dalam forum tersebut, Wira juga menekankan bahwa negara tidak boleh kalah dalam menghadapi premanisme yang menumpang pada konflik agraria. Ia mengimbau masyarakat agar segera melapor bila menemukan sengketa lahan yang berkembang menjadi praktik intimidasi atau kekerasan. Langkah cepat dinilai penting agar persoalan tidak semakin meluas dan menimbulkan korban baru.

Sejumlah perwakilan instansi pemerintah dan pihak terkait turut hadir dalam FGD itu. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menyusun penanganan yang tidak hanya tegas, tetapi juga adil bagi semua pihak yang terdampak.

Polri Catat Sejumlah Kasus Premanisme

Dari sisi penegakan hukum, Pusat Informasi Kriminal Bareskrim Polri mencatat adanya sejumlah kasus yang berkaitan dengan senjata tajam dan praktik premanisme di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Polri juga telah meluncurkan operasi serentak di sejumlah wilayah sebagai bagian dari komitmen memberantas aksi premanisme yang kerap muncul di tengah masyarakat.

Upaya tersebut menjadi penegasan bahwa konflik agraria tidak boleh dibiarkan berubah menjadi arena tekanan dan kekerasan. Di tengah maraknya kasus serupa, penanganan yang cepat dan terkoordinasi disebut menjadi kunci agar sengketa lahan tidak terus menjadi lahan subur bagi para pelaku premanisme.

Source link