Kejahatan Wanita di Ciracas: Curanmor Perhiasan Rp30 Juta
Sebuah aksi pencurian yang memanfaatkan suasana duka terjadi di Ciracas, Jakarta Timur. Seorang wanita berusia sekitar 45 tahun diduga membawa kabur perhiasan senilai Rp30 juta dari sebuah rumah di Jalan H Nisin RT 06/07, saat keluarga pemilik rumah tengah sibuk mengurus pemakaman salah satu anggota keluarga mereka.
Pelaku disebut datang dengan cara menyamar sebagai kerabat almarhumah. Ia ikut berada di tengah kerumunan, bahkan berpura-pura menangis agar tidak menimbulkan kecurigaan. Di saat perhatian orang-orang terpecah oleh prosesi duka, pelaku diduga memanfaatkan kesempatan itu untuk masuk ke dalam rumah dan mengambil barang berharga tanpa diketahui.
Menunggu Momen Saat Rumah Lengah
Modus yang digunakan pelaku terbilang rapi. Ia tidak langsung menghilang setelah beraksi, melainkan sempat berada di sekitar lokasi untuk memastikan situasi aman. Setelah aksinya selesai, pelaku pergi tanpa ikut dalam prosesi pemakaman, sehingga jejaknya makin sulit dicurigai oleh keluarga maupun warga yang hadir.
Tri Basuki, pemilik rumah, baru menyadari ada yang tidak beres setelah kembali dan memeriksa isi rumah. Sejumlah barang berharga dilaporkan raib, mulai dari emas batangan, perhiasan, uang tunai, hingga ponsel. Kerugian itu membuat keluarga terkejut, apalagi pencurian terjadi saat suasana rumah sedang dipenuhi orang yang datang melayat.
Diduga Sudah Mengintai Situasi
Bagi Basuki, cara pelaku bergerak menunjukkan bahwa pencurian ini bukan dilakukan secara spontan. Ia menilai pelaku tampak sudah memperhitungkan kondisi sekitar, termasuk keberadaan orang-orang yang berjaga di rumah. Dugaan itu muncul karena pelaku tetap bisa masuk tanpa menimbulkan kegaduhan, lalu keluar dengan cepat setelah mendapatkan barang incarannya.
Saat ini, Basuki berupaya mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk membantu mengidentifikasi sosok wanita tersebut. Rekaman itu diharapkan bisa menjadi petunjuk awal untuk menelusuri arah pelarian pelaku dan memastikan siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya barang-barang berharga miliknya.
Peringatan bagi Warga di Tengah Situasi Duka
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan bisa muncul di momen yang paling tidak terduga, bahkan ketika warga sedang fokus pada urusan keluarga dan pemakaman. Basuki berharap kasus ini bisa membuka mata masyarakat agar tetap waspada terhadap orang yang datang tanpa dikenal, terutama saat rumah dalam kondisi ramai namun perhatian penghuni sedang terpecah.
Di tengah suasana berkabung, kejadian di Jalan H Nisin RT 06/07 itu justru meninggalkan luka lain: kehilangan barang berharga yang diduga dibawa kabur oleh seseorang yang datang dengan wajah duka palsu.












