Berita  

Polisi Bandara Soekarno-Hatta Bantu Rawat Istri Lansia Pencuri Ponsel

Di balik kasus pencurian ponsel yang menjerat Poniman, ada kondisi keluarga yang jauh lebih memprihatinkan. Istrinya, Tarpiah, kini harus menjalani perawatan di RS Melati setelah kondisi kesehatannya menurun dan hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi serta kadar gula darah yang juga tinggi. Kasus ini memperlihatkan sisi lain dari penanganan perkara yang semula berawal dari tindak pidana, tetapi kemudian menyentuh aspek kemanusiaan.

Kondisi Tarpiah Memburuk Saat Kasus Poniman Diselesaikan

Tarpiah, yang merupakan istri lansia dari sopir tembak bernama Poniman, diketahui mengalami diabetes melitus dan hipertensi berdasarkan pemeriksaan kesehatan. Dedi Kurniawan dari Dokkes Polres Bandara Soekarno Hatta menyampaikan bahwa Tarpiah juga mengeluhkan nyeri perut serta memiliki riwayat penyakit gula. Kondisi itu membuatnya harus mendapat penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.

Di tengah persoalan hukum yang sempat menimpa Poniman, keadaan keluarga ini ternyata tidak mudah. Tarpiah mengaku sudah lama menanggung berbagai penyakit, sementara kehidupan mereka juga berlangsung sederhana di sebuah kontrakan. Situasi tersebut menambah berat beban yang harus mereka hadapi sehari-hari.

Kasus Pencurian Berakhir dengan Restorative Justice

Poniman sebelumnya tertangkap karena mencuri sebuah handphone. Namun, perkara itu akhirnya diselesaikan melalui pendekatan keadilan restoratif. Satreskrim Polresta Bandara Soetta kemudian membebaskan Poniman setelah proses penyelesaian perkara tersebut ditempuh.

Langkah ini menjadi sorotan bukan hanya karena perkara pidananya, tetapi juga karena melihat kondisi keluarga pelaku yang serba terbatas. Di satu sisi ada proses hukum yang harus dijalankan, di sisi lain terdapat kebutuhan mendesak untuk memastikan kesehatan Tarpiah tetap tertangani.

Perhatian Medis untuk Keluarga Lansia Ini

Pemeriksaan terhadap Tarpiah menunjukkan bahwa persoalan kesehatan yang ia alami tidak bisa dianggap ringan. Tekanan darah tinggi, kadar gula yang meningkat, serta keluhan nyeri perut menjadi penanda bahwa perawatan medis perlu dilakukan secara serius. Dalam situasi seperti ini, dukungan kesehatan menjadi kebutuhan paling mendesak bagi pasangan lansia tersebut.

Meski hidup dalam keterbatasan, Poniman dan Tarpiah tetap berupaya bertahan menjalani hari-hari mereka. Kisah ini menegaskan bahwa di balik sebuah perkara hukum, sering kali ada kenyataan sosial yang lebih rumit dan menuntut perhatian lebih luas.

Source link