Polisi Sita Enam Video Syur dalam Kasus Pemerasan Artis Sinetron

Polisi Sita Enam Video Syur dalam Kasus Pemerasan Artis Sinetron

Kasus dugaan pemerasan yang menyeret seorang artis sinetron berinisial MR terus terungkap. Polisi kini mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk enam video syur yang diduga berkaitan langsung dengan ancaman terhadap korban berinisial IMT. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pemerasan dilakukan dengan memanfaatkan rekaman hubungan intim sebagai alat tekan.

Enam Video dan Dua Ponsel Disita

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Muhammad Firdaus, mengatakan bahwa penyidik telah menyita enam rekaman video pendek yang memperlihatkan hubungan intim antara korban dan terduga pelaku. Selain itu, polisi juga mengamankan dua ponsel dan satu ATM atas nama pelaku. Barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian bukti yang ditelusuri penyidik untuk menguatkan konstruksi perkara.

Cemburu Jadi Motif Pemerasan

Firdaus menjelaskan, dugaan pemerasan itu dipicu rasa cemburu. Pelaku disebut memiliki hubungan khusus dengan korban sebelumnya, namun kemudian mengetahui bahwa korban menjalin hubungan dengan pria lain. Dari situ, pelaku diduga mulai menekan korban agar menyerahkan uang dengan ancaman akan menyebarkan video hubungan intim mereka. Ancaman semacam ini membuat kasus tersebut masuk ranah pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Korban Sudah Transfer Rp20 Juta

Laporan yang diterima polisi menyebut korban telah mentransfer uang sebesar Rp20 juta kepada MR. Uang itu diduga diberikan setelah korban mendapat ancaman bahwa foto bugil dan video porno akan disebarkan jika permintaan pelaku tidak dipenuhi. Dalam proses penyelidikan, MR akhirnya ditangkap di rumah kos di Depok, Jawa Barat, pada 5 Juni sekitar pukul 20.00 WIB.

Kasus yang Menjadi Sorotan Publik

Perkara ini menambah daftar kasus pemerasan bermodus relasi pribadi yang berujung pada penyalahgunaan konten intim. Dengan barang bukti berupa video, ponsel, dan rekening yang diamankan, polisi kini melengkapi penyidikan untuk memastikan peran masing-masing pihak. Source link