Nikita Mirzani kembali menarik perhatian publik, kali ini bukan hanya karena kasus hukum yang tengah dihadapinya, tetapi juga karena pesannya soal cara memilih produk perawatan kulit. Di tengah sorotan persidangan, ia menyinggung kebiasaan sebagian orang yang terlalu cepat percaya pada penjual skincare hanya karena menyandang gelar dokter. Menurut Nikita, masyarakat perlu lebih kritis dan tidak menjadikan status seseorang sebagai satu-satunya ukuran dalam menentukan kualitas produk.
Pesan Nikita soal beli skincare
Dalam pandangannya, gelar dokter bukan alasan untuk langsung yakin pada produk yang ditawarkan. Ia mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia harus lebih cermat, terutama saat memilih skincare untuk wajah. Nikita menilai wajah adalah investasi, sehingga keputusan soal perawatannya tidak boleh diambil sembarangan. Pesan itu ia sampaikan sebagai bentuk dorongan agar konsumen lebih teliti sebelum membeli.
Kasus hukum yang masih berjalan
Di sisi lain, Nikita juga masih menjalani proses hukum terkait dugaan pemerasan dan pengancaman terhadap bos perawatan kulit, Reza Gladys. Ia telah bersedia menjalani penahanan di Polda Metro Jaya dan menyatakan siap menghadapi sidang berikutnya. Meski eksepsi yang diajukan ditolak, Nikita tetap mengikuti jalannya proses peradilan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya meminta hakim menolak eksepsi tersebut.
Perkara dilimpahkan ke PN Jaksel
Dalam perkara yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu, Nikita dan asistennya, Ismail Marzuki, dikenakan tuntutan yang dikaitkan dengan Pasal 45 ayat 10 UU ITE dan Pasal 27B Ayat (2) UU No. 1 Tahun 2024, serta Pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang, juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, perkara tersebut telah dilimpahkan untuk proses persidangan lebih lanjut.
Di tengah proses itu, Nikita berharap kebenaran akan terungkap di persidangan. Ia juga menyinggung dampak buruk dari pihak-pihak yang dinilainya memberi pengaruh negatif kepada masyarakat. Pesan yang ia lempar ke publik pun menjadi peringatan lain: jangan mudah terpikat oleh label, jabatan, atau status sosial saat memilih produk skincare.
Source link












