AS Kenakan Tarif 50% atas Impor Tembaga dari China, Beijing Bereaksi Keras
Langkah baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memanaskan hubungan dagang dengan China. Kali ini, Washington menetapkan tarif 50 persen untuk impor tembaga dengan alasan keamanan nasional. Kebijakan tersebut langsung memicu penolakan keras dari Beijing, yang menilai alasan itu hanya memperpanjang ketegangan dalam perdagangan global.
China Menolak Dalih Keamanan Nasional
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa pihaknya menentang keras tindakan sepihak Amerika Serikat yang mengaitkan tarif dengan isu keamanan nasional. Menurut China, perang dagang dan kebijakan tarif tidak akan menguntungkan siapa pun, melainkan justru memperburuk iklim ekonomi internasional.
Beijing juga mendesak Washington untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan kerja sama, bukan dengan menaikkan tarif yang berpotensi merugikan kedua negara. Sikap ini menambah daftar panjang ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia yang kembali saling menekan lewat kebijakan proteksionis.
Dampak Langsung ke Pasar Tembaga
Tembaga merupakan komoditas penting dalam industri teknologi dan konstruksi, sehingga keputusan tarif ini punya konsekuensi luas. Tidak hanya soal hubungan diplomatik, kebijakan tersebut juga langsung mengguncang pasar. Harga tembaga melonjak tajam hingga mencetak rekor tertinggi setelah pengumuman Trump.
Dalam satu hari, harga logam itu naik 13,12 persen, menjadi pergerakan harian terbaik sejak 1989. Lonjakan ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap sinyal kebijakan dagang dari Washington, terutama ketika menyangkut bahan baku strategis.
Trump Isyaratkan Tarif Baru di Sektor Lain
Selain tembaga, Trump juga memberi sinyal akan memberlakukan tarif tinggi pada sektor lain, termasuk farmasi, semi-konduktor, dan logam. Namun, ia belum menjelaskan kapan kebijakan tambahan itu akan mulai diterapkan.
Untuk sektor farmasi, Trump menyebut produsen diberi waktu hingga satu setengah tahun untuk memindahkan produksi ke Amerika Serikat sebelum tarif baru diberlakukan. Pernyataan ini menambah kekhawatiran bahwa perang tarif bisa meluas ke lebih banyak industri dan semakin menekan perdagangan internasional.
Source link












