Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025. Ini merupakan langkah untuk mendukung usaha ekonomi rakyat di tingkat desa. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Panel Barus, menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan ini tidak akan mengganggu usaha desa lain yang sudah ada, seperti BUMDes atau kelompok usaha sosial.
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan akan menjadi aggregator yang menyatukan berbagai unit usaha kecil menjadi entitas yang lebih kuat. Hal ini memungkinkan kerjasama dengan lembaga ekonomi lain di desa, seperti Kelompok Usaha Bersama, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial, BUMDes, dan lainnya. Tujuan utamanya adalah agar Koperasi Desa/Kelurahan dapat berkolaborasi dengan lembaga ekonomi yang sudah ada tanpa mengganggu keberlangsungan usaha yang sudah ada.
Rencananya, setelah peluncuran, 80.000 Unit Koperasi Desa/Kelurahan akan diaktivasi. Ini termasuk berbagai jenis usaha seperti sembako, simpan pinjam, klinik, apotik, dan transportasi. Presiden Prabowo Subianto berharap aktivasi semua unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini dapat selesai pada 31 Desember 2025. Hal ini menjadi langkah penting dalam mendukung ekonomi rakyat di tingkat desa.
Ditengah upaya untuk memperkuat ekonomi rakyat, penegakan hukum juga terus dilakukan untuk menangani premanisme yang mengancam keamanan dan investasi di Indonesia. Baru-baru ini, keberadaan premanisme telah merambah ke objek vital nasional, menjadi tantangan yang perlu segera diselesaikan.












