Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria yang telah membusuk dalam sebuah gubuk pada Sabtu. Mayat tersebut ditemukan dalam posisi duduk menghadap pintu gubuk yang sempit, dengan kondisi yang menunjukkan tingkat pembusukan yang tinggi. Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Kebon Jeruk, Satria (46), mengungkapkan bahwa mayat pria itu ditemukan di bantaran Kali Pesanggrahan. Sebelum petugas tiba di lokasi, warga sudah berkumpul di sekitar tempat kejadian dengan beberapa di antaranya meminta bantuan untuk memeriksa gubuk tempat mayat tersebut ditemukan.
Mayat tersebut duduk dalam posisi yang mengingatkan pada tahiyat akhir gerakan sholat, dan asal-usulnya masih belum diketahui. Warga memberikan informasi bahwa pria tersebut adalah suami dari seorang wanita yang sering mengantarkan makanan ke gubuk tersebut. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait temuan mayat tersebut. Kasus ini menyusul sejumlah penemuan mayat di berbagai lokasi di Jakarta, termasuk temuan mayat tanpa kepala di Kali Ciliwung Pancoran, jasad wanita tanpa identitas di Jakarta Utara, dan jasad bayi yang ditemukan oleh petugas hotel di Jakpus.
Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan kasus kriminal dan kejahatan di Jakarta masih menjadi perhatian utama, dan proyeksi keberlanjutan upaya penegakan hukum harus terus ditingkatkan. Diharapkan pihak berwenang dapat memberikan solusi yang tepat dan tegas untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Hingga kini, masyarakat Kebon Jeruk dan sekitarnya masih terguncang oleh penemuan mayat pria yang membusuk di gubuk tersebut.










