Kasus penyiraman air keras terhadap pelajar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, mulai terkuak sedikit demi sedikit. Polisi memastikan para pelaku bukan hanya nekat bertindak, tetapi juga sempat patungan uang untuk membeli air keras sebelum menyerang korban AP (17) hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pelaku Patungan Sebelum Aksi
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, mengatakan sejumlah pelajar yang diduga terlibat sudah diamankan oleh Polsek Tanjung Priok dan masih menjalani pemeriksaan. Menurut dia, para pelajar itu terlebih dahulu mengumpulkan uang bersama-sama untuk membeli air keras yang kemudian digunakan dalam aksi penyiraman terhadap korban.
“Beberapa pelajar yang menjadi pelaku penyiraman air keras telah diamankan oleh Polsek Tanjung Priok dan masih dalam tahap pemeriksaan,” ujar Erick. Ia menambahkan, penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya pelajar lain dari sekolah berbeda yang ikut terlibat.
Jejak Tawuran Berawal dari Media Sosial
Erick menjelaskan, bentrokan ini dipicu oleh ajakan tawuran yang beredar lewat media sosial. Kelompok pelajar tersebut disebut menggunakan akun media sosial untuk mencari lawan. Namun, setelah tidak menemukan lawan yang dicari, mereka justru berpapasan dengan korban AP yang saat itu sedang berboncengan.
Tanpa banyak berpikir, pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah korban. Akibat serangan itu, AP yang juga berusia 17 tahun harus dirawat intensif di rumah sakit.
Empat Pelajar Diamankan
Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara telah menangkap empat pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Para pelaku disebut merupakan siswa SMK di wilayah Koja, sedangkan korban berasal dari wilayah Tanjung Priok.
Polisi masih mendalami motif kejadian ini dan menelusuri apakah ada pihak lain yang ikut membantu sejak persiapan hingga eksekusi. Kasus ini juga menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana ajakan tawuran di media sosial bisa berubah menjadi kekerasan serius dengan dampak yang jauh lebih berat bagi korban.
Source link












