Diisukan Tolak Jabatan Kabaharkam Polri: Fakta Vs. Fiksi

Inspektur Jenderal Polisi Karyoto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, membantah keras isu yang menyebutkan bahwa dirinya menolak jabatan sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Kapolri sangat baik dan tidak ada ketidaksetujuan terkait penunjukan jabatan tersebut. Karyoto menegaskan bahwa isu tersebut disebarluaskan oleh akun anonim yang tidak bertanggung jawab, dan dia menepis klaim tersebut.

Dalam sebuah mutasi yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sejumlah pejabat di wilayah Polda mengalami perubahan jabatan, termasuk di Polda Metro Jaya. Karyoto akan menjabat sebagai Kabaharkam Polri, posisi yang sebelumnya dipegang oleh Komjen Polisi Mohammad Fadil Imran. Isu yang menyebutkan bahwa Karyoto akan mundur dari Polri setelah penunjukan tersebut juga dianggap sebagai hoaks dan tidak memiliki dasar sama sekali.

Jabatan Kapolda Metro Jaya kini diemban oleh Irjen Polisi Asep Edi Suheri, sementara Karyoto akan mengisi posisi Kabaharkam Polri. Sebelumnya, beredar spekulasi bahwa Karyoto akan mundur setelah merasa kecewa karena tidak mendapatkan jabatan Kabareskrim seperti yang dijanjikan. Namun, informasi terbaru mengungkapkan bahwa akun yang menyebarluaskan klaim tersebut sudah tidak dapat diakses di media sosial. Ini menegaskan bahwa isu tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

Karyoto mengungkapkan bahwa dia sangat menghormati Kapolri dan bersyukur atas jabatan yang telah diberikan kepadanya. Mutasi jabatan di lingkungan Kepolisian merupakan hal yang umum terjadi untuk penyegaran dan peningkatan kinerja institusi. Sebagai pejabat yang telah berpengalaman, Karyoto siap mengemban tugas barunya dan melanjutkan dedikasinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Source link