Berita  

Wamen Christina Dukung Sekolah Rakyat di Daerah ‘Kantong’ Pekerja Migran

JAKARTA — Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina, menegaskan dukungannya terhadap keberadaan Sekolah Rakyat, terutama di daerah yang menjadi “kantong” pekerja migran. Menurutnya, program ini membuka ruang baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali punya harapan, setelah lama dibatasi keadaan ekonomi.

Christina Tinjau SRMP 6 Ciracas

Christina menyampaikan pandangannya usai melakukan peninjauan di SRMP 6 Ciracas. Di lokasi itu, ia mendapati ada 75 pelajar, terdiri atas 40 anak perempuan dan 35 anak laki-laki, yang seluruhnya berasal dari keluarga miskin. Dalam pertemuan dengan para siswa, Christina mengaku tersentuh mendengar cerita mereka yang sebelumnya hanya bisa makan sekali sehari dan sempat kehilangan cita-cita karena keterbatasan hidup.

Baginya, kondisi itu menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar ruang belajar, melainkan pintu kesempatan bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan. Dengan dukungan guru yang siap membimbing, ia menilai para siswa bisa kembali menyusun masa depan yang sempat terhenti oleh situasi keluarga.

Harapan Baru bagi Anak dari Keluarga Tidak Mampu

Christina menilai tantangan yang dihadapi para siswa Sekolah Rakyat tidak sama dengan pelajar di sekolah umum. Latar belakang keluarga yang beragam membuat kebutuhan mereka juga berbeda, sehingga pendekatan pendidikan harus lebih peka terhadap kondisi sosial yang ada. Namun justru dari situ, ia melihat nilai penting program ini: memberi kesempatan yang setara kepada anak-anak yang lahir dalam keadaan kurang beruntung.

Ia juga menyebut program unggulan Presiden Prabowo ini sebagai langkah yang bisa mengubah impian anak-anak Indonesia yang selama ini hanya berhenti sebagai angan-angan. Menurut Christina, perhatian Presiden terhadap persoalan tersebut bukan sebatas wacana, melainkan terlihat dari seringnya contoh-contoh itu dibahas dalam rapat kabinet untuk membentuk apa yang dikenal sebagai Sekolah Rakyat.

Fokus pada Daerah Pekerja Migran

Christina menekankan, keberadaan Sekolah Rakyat akan semakin penting jika hadir di wilayah dengan banyak keluarga pekerja migran. Di daerah seperti itu, anak-anak kerap menghadapi beban sosial dan ekonomi yang lebih berat. Karena itu, ia menilai pendidikan yang dirancang dengan pendekatan khusus dapat menjadi jawaban atas ketimpangan yang selama ini sulit diatasi.

Source link