Berita  

Pengalihan Lalu Lintas dan Rute Alternatif di Jakarta Malam 17 Agustus 2025

Menjelang perayaan Malam HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025, arus lalu lintas di Jakarta dipastikan tidak berjalan seperti biasa. Pemerintah menyiapkan pengaturan khusus, termasuk perubahan operasional bus Transjakarta, pengalihan lintasan, serta penataan parkir di sejumlah titik sekitar lokasi kegiatan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, skema ini disusun agar pergerakan kendaraan tetap terkendali di tengah padatnya aktivitas perayaan.

Transjakarta Ikut Disesuaikan

Syafrin mengatakan, perubahan operasional Transjakarta akan berdampak pada pola layanan dan modifikasi rute di beberapa koridor yang bersinggungan dengan pengaturan lalu lintas malam perayaan. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lapangan sekaligus mengurangi potensi penumpukan kendaraan di sekitar panggung acara dan titik keramaian.

34 Titik Parkir Disiapkan

Selain mengatur arus kendaraan, pemerintah juga menyiapkan 34 titik lokasi parkir di sekitar area kegiatan. Total kapasitas yang tersedia mencapai 19.152 Satuan Ruang Parkir (SRP) untuk sepeda motor dan 22.494 SRP untuk mobil. Menurut Syafrin, kapasitas ini diharapkan dapat menampung kendaraan pengunjung tanpa memicu kemacetan yang lebih parah di ruas-ruas utama.

Rute Alternatif untuk Dua Arah

Sejumlah jalur alternatif juga sudah disusun untuk memperlancar pergerakan kendaraan dari arah selatan ke utara maupun sebaliknya. Dari Selatan ke Utara, pengalihan dapat melalui Jalan Hang Lekir I, Jalan Hang Tuah, Jalan Hang Lekir IV, Jalan Hang Lekir II, Jalan Asia Afrika, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Gatot Subroto, Jalan KS Tubun, Jalan KH Mas Mansyur, hingga Jalan Cideng, dan seterusnya.

Sementara itu, dari Utara ke Selatan, kendaraan dapat diarahkan melalui Jalan Ir H Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jalan Pejambon, dan Jalan MI Ridwan Rais menuju Rasuna Said. Alternatif lain disiapkan lewat Jalan Gunung Sahari, Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba, Jalan Proklamasi, Jalan Tambak, hingga Jalan Prof Dr Sahardjo, dan seterusnya. Skema ini menjadi bagian dari upaya menjaga mobilitas warga tetap berjalan di tengah padatnya agenda perayaan.

Source link