BNN DKI Gagalkan Peredaran 10 Kg Ganja dan Sabu: Berita Terbaru

Peredaran narkotika di wilayah DKI Jakarta kembali dipukul mundur. Sepanjang Juni hingga Juli 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta menggagalkan distribusi sekitar 10 kilogram narkotika yang terdiri dari ganja, sabu, dan ekstasi dari sejumlah jaringan berbeda. Pengungkapan ini lahir dari penyelidikan yang berjalan intensif, setelah petugas mencium pola aktivitas para pelaku yang dinilai mencurigakan.

Penelusuran Berujung Penangkapan di Sejumlah Wilayah

Kepala BNN DKI Jakarta, Brigjen Pol Awang Joko Rumitro, mengatakan rangkaian penindakan dilakukan melalui serangkaian operasi yang saling berkaitan. Salah satu kasus yang disorot adalah penangkapan seorang pria berinisial MH di Jakarta Timur. Dari pengembangan perkara itu, petugas kemudian menemukan ganja seberat 918 gram di sebuah gudang ekspedisi di Jakarta Timur.

Penindakan tidak berhenti di sana. Dalam operasi lanjutan, BNN DKI Jakarta juga menerapkan controlled delivery yang membuka jalan menuju penangkapan tersangka lain di beberapa lokasi, termasuk Jakarta Utara, Banten, dan Aceh Timur. Pola ini menunjukkan bahwa jaringan yang dibidik tidak bergerak sendiri, melainkan terhubung lintas daerah.

Informasi Warga Ikut Membantu Pengungkapan

Menurut Awang, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat yang memberikan informasi awal kepada petugas. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan lapangan hingga bukti-bukti menguat dan para pelaku dapat diamankan. Dari seluruh rangkaian operasi, para tersangka kini telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Seluruh Tersangka Dijerat UU Narkotika

BNN DKI Jakarta memastikan seluruh pihak yang diamankan dijerat dengan Undang-Undang Narkotika. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan peredaran gelap narkoba di Jakarta, sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan yang selama ini memanfaatkan jalur distribusi antardaerah. Pengungkapan sepanjang dua bulan ini juga menegaskan bahwa peredaran narkotika masih bergerak aktif dan membutuhkan pengawasan yang konsisten.

Source link