Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik, harus menjalani visum setelah menjadi korban pengeroyokan pendemo di Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat. Insiden itu terjadi pada Senin sekitar pukul 18.30 WIB, saat situasi di sekitar kawasan tersebut tengah memanas akibat aksi massa di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI.
Sidik dan Sopir Jadi Korban Amuk Massa
Dalam peristiwa itu, Sidik tidak sendirian. Ia bersama sopirnya, Asep Yudiana, ikut menjadi sasaran amuk massa. Keduanya mengalami luka lebam, memar, dan lecet di sejumlah bagian tubuh setelah dipukul menggunakan benda tumpul. Meski terluka, keduanya dilaporkan selamat dan berhasil menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
Mobil Dinas Rusak, Ponsel Hilang
Selain luka fisik, Sidik juga mengalami kerugian lain. Ponselnya hilang dalam insiden tersebut, sementara mobil dinas berpelat merah yang ia gunakan mengalami kerusakan. Sidik berharap nomor teleponnya bisa segera diaktifkan kembali agar ia dapat memulihkan data penting sekaligus kembali berkomunikasi seperti biasa.
Ia juga menegaskan akan melaporkan kerusakan kendaraan dinas itu, mengingat peristiwa terjadi di tengah demo besar-besaran yang berujung ricuh. Kejadian ini menambah daftar insiden kekacauan yang muncul dalam rangkaian aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta.
Langkah Lanjut Usai Insiden
Usai kejadian, visum menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk mendokumentasikan luka yang dialami Sidik dan sopirnya. Di sisi lain, kerusakan kendaraan dan hilangnya ponsel masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan setelah mereka selamat dari amukan massa di jalan.
Source link












