Berita  

Kemenag Gelar MHQ Internasional untuk Penyandang Disabilitas Netra di Jakarta

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) terus berupaya untuk mewujudkan pendidikan inklusif melalui berbagai langkah konkret. Salah satunya adalah melalui jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Mu’ti, salah satu pejabat Kemendikdasmen, menyatakan bahwa jalur tersebut didesain untuk memprioritaskan murid berkebutuhan khusus agar dapat masuk ke sekolah negeri di daerah masing-masing.

Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya mendampingi murid berkebutuhan khusus agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Pendekatan inklusif ini didukung penuh oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin. Menurutnya, acara ini merupakan bagian dari langkah sistematis dan berkelanjutan untuk mendorong pemangku kepentingan dan masyarakat dalam implementasi pendidikan inklusif.

Dalam pertemuan tersebut, Tatang berharap mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang fungsi Unit Layanan Disabilitas (ULD) di bidang pendidikan dan memperkuat komitmen pemerintah daerah terkait inklusi pendidikan. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melahirkan strategi advokasi yang dapat membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan berlangsung pada tanggal 21 hingga 23 Agustus 2025 dan dihadiri oleh sejumlah ULD dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain diskusi, acara ini juga menampilkan narasumber yang membagikan praktik baik dalam fungsi ULD, seperti contohnya ULD Kota Depok dan ULD Provinsi Riau. Dengan demikian, upaya meningkatkan pendidikan inklusif di Indonesia terus dijalankan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih menyeluruh dan ramah bagi semua murid, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.

Source link