Berita  

Kawendra Gerindra Minta Maaf & Setuju Tunjangan Rumah DPR Dihentikan

Aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini di berbagai daerah Indonesia telah menimbulkan duka yang mendalam, terutama insiden di Makassar yang menyebabkan korban jiwa, termasuk seorang staf DPRD bernama Abay yang menjadi korban saat gedung DPRD dibakar oleh massa. Anggota Komisi VI DPR, Kawendra Lukistian, mengungkapkan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan menyerukan agar dalam menyampaikan aspirasi, tidak sampai menimbulkan kerusuhan yang merugikan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Kawendra menegaskan bahwa kehidupan adalah hak asasi yang harus dihormati, dan kehilangan nyawa tidak boleh dijadikan sebagai harga atas alasan apapun. Ia juga memohon maaf atas segala ketidaksempurnaan yang ada di DPR dan menekankan bahwa aksi massa seharusnya dilakukan secara damai tanpa merusak fasilitas umum.

Kawendra menekankan pentingnya untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang tidak merusak fasilitas umum, tidak melakukan penjarahan, dan tidak membakar gedung pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa di dalam gedung-gedung tersebut masih ada rakyat yang bekerja dan bertanggung jawab sebagai staf, office boy, kurir, dan lain sebagainya. Dengan demikian, aksi massa seharusnya tetap dijalankan dengan damai dan tidak merugikan masyarakat.

Source link