Peran Noel dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 diungkapkan oleh Budi. Menurutnya, Noel mengetahui, membiarkan, bahkan meminta hasil pemerasan dari anak buahnya. Seluruh aktivitas pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 dilakukan dengan pengetahuan Immanuel Ebenezer. Modus operandi yang dilakukan adalah memaksa buruh untuk membayar biaya pengurusan sertifikasi K3 sebesar Rp 6 juta, padahal seharusnya hanya Rp 275 ribu. Jika buruh tidak membayar jumlah tersebut, proses pengurusan sertifikasi dapat terhambat atau bahkan tidak diproses sama sekali. Biaya yang dibebankan kepada buruh untuk sertifikasi K3 mencapai Rp 6 juta, dua kali lipat dari rata-rata gaji buruh. Ini merupakan angka yang sangat mengejutkan dan mengindikasikan praktik pemerasan yang dilakukan oleh anak buah Noel.
Immanuel Akhirnya Akui Kesalahan dalam Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Read Also
Recommendation for You

Gerakan Rakyat, sebuah organisasi masyarakat yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai politik, mengekspresikan harapan…

Presiden Prabowo Subianto bersiap untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris dan Swiss pada Minggu (18/1/2025)….

PSI mengadakan istigasah untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pandeglang, Banten. Acara…

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta…

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan…







