Aksi unjuk rasa massal terjadi di Jakarta sejak 25 Agustus 2025, dengan mahasiswa, pelajar, dan kelompok masyarakat berupaya menyampaikan aspirasi di depan gedung parlemen terkait kenaikan tunjangan anggota DPR. Demonstrasi kemudian dilanjutkan pada Kamis (28/8/2025) di gerbang utama kompleks parlemen dan kawasan Patung Kuda untuk menuntut kenaikan upah pekerja. Suasana kemudian memanas ketika seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas tertindas oleh kendaraan taktis kepolisian selama demonstrasi di kawasan parlemen. Kejadian tragis ini memicu lebih banyak kemarahan dari warga dan mendorong tuntutan untuk penyelidikan tuntas oleh pihak berwajib.
Aksi demonstrasi yang berlangsung juga diwarnai dengan penjarahan rumah anggota DPR dan perusakan fasilitas umum di Jakarta serta beberapa daerah sekitarnya. Hingga Sabtu (6/9/2025), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melaporkan bahwa 10 orang tewas akibat kerusuhan yang terjadi pada bulan Agustus 2025. Hal ini mengindikasikan dampak serius dari aksi protes yang terjadi dalam periode tersebut.












