Pada tanggal 19 Agustus 2025, Eras dan kawan-kawannya bertemu di Jakarta Timur untuk mendiskusikan rencana penculikan seorang korban yang ternyata adalah MIP. Keesokan harinya, di sebuah kafe di Percetakan Negara, F menjelaskan skenario penculikan korban yang lebih rinci kepada Eras. Menurut F, jika korban berhasil dijemput, Eras harus menyerahkannya kepada “Tangan Kanan Bos” yang nantinya akan mengantarkan korban kembali ke rumahnya. Pada saat yang bersamaan, tim lain juga sedang mengikuti korban.
Berdasarkan informasi dari F, korban diketahui berada di pusat perbelanjaan di Kramat Jati pukul 10.00 WIB. Eras dan rekan-rekannya segera bergerak ke lokasi tersebut dan menunggu di dalam mobil. Ketika korban keluar menuju mobil pribadinya pukul 16.00 WIB, mereka segera menyergap dan membawanya masuk ke mobil para pelaku yang parkir di sebelah mobil korban.
Meskipun rencananya korban akan diserahkan di daerah Fatmawati, namun F mengarahkan untuk menuju Tanjung Priok. Eras memutuskan untuk menyerahkan korban di Kemayoran karena tidak setuju dengan lokasi tersebut. Pada pukul 18.55 WIB, korban akhirnya diserahkan kepada F dan tangan kanan bos di lokasi tersebut, sebelum akhirnya dibawa kabur oleh orang kepercayaan bos.
Kejadian tersebut memiliki motif yang rumit, dan penjelasan lengkapnya dapat ditemukan di sumber berita yang sudah disediakan.












