Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menggarisbawahi bahwa negaranya akan membuka kedutaan besar di Palestina hanya jika para sandera yang masih ditahan dibebaskan terlebih dahulu. Pernyataan ini disampaikan Macron dalam wawancara dengan CBS News, menegaskan bahwa pembebasan sandera menjadi syarat penting sebelum membuka kedutaan besar di Palestina. Para negara Barat lainnya, seperti Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal, telah menyatakan pengakuan resmi terhadap Palestina pada Sidang Umum PBB di New York. Meskipun Prancis mendukung aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki negara berdaulat, Macron menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas, terutama dalam hal pembebasan sandera. Sikap hati-hati Paris dalam menanggapi isu Palestina ini memperlihatkan respons yang berimbang, di mana pengakuan terhadap Palestina disambut baik oleh pihak Palestina namun juga menimbulkan kecaman dari Israel.
Prabowo Standing Ovation Saat Macron Akui Palestina di PBB
Read Also
Recommendation for You

PDI Perjuangan menggelar perayaan Natal Nasional 2026 di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mendukung para korban…

Pengelolaan penanganan banjir di DKI Jakarta melibatkan semua unsur perangkat daerah dan pemerintah wilayah. Kerjasama…

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan program sekolah berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu dalam…

Pada bulan Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Charles III di Lancaster House,…

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa masuknya Thomas Djiwandono ke dalam kandidat Deputi Gubernur…







