Manfaat Kesehatan Makan Lebih Banyak Tulang: Fakta Ilmiah

Pada era 80-an hingga awal 2000-an, makan daging bertulang adalah hal yang jarang terjadi dan bahkan dihindari karena dianggap tidak sehat. Namun, sejak 2018, kaldu tulang menjadi tren besar karena pentingnya lemak jenuh untuk kesehatan. Meskipun demikian, masih banyak orang yang merasa ragu untuk memasak daging bertulang meskipun memakannya sudah menjadi tradisi di berbagai negara.

Menurut Joe Regenstein dari Cornell University, tulang mengandung lebih banyak nutrisi selain kolagen dan sumsum seperti kalsium, fosfat, zat besi, magnesium, dan kalium. Meskipun penelitian terbatas mengenai jenis tulang terbaik untuk diet tertentu, tulang memberikan kontribusi signifikan terhadap gizi tubuh hewan dan seringkali menjadi sumber gizi yang kaya.

Meski demikian, rahang dan gigi manusia tidak dirancang untuk menggigit tulang padat karena bisa pecah dan membahayakan saluran pencernaan. Itulah mengapa banyak budaya hanya fokus pada lemak sumsum dan sedikit protein dari tulang, sementara sisanya digunakan sebagai bahan kerajinan.

Tulang telah menjadi bagian dari tradisi makanan di beberapa budaya, meskipun jarang dilakukan di Barat. Bubuk tulang digunakan sebagai suplemen gizi di beberapa budaya, tetapi kehilangan popularitasnya karena sulit dimasak dan dianggap merepotkan.

Namun, beberapa peneliti dan perusahaan saat ini tengah mengeksplorasi teknik baru untuk memasak tulang agar mudah diolah. Unsur tulang telah diintegrasikan dalam berbagai produk makanan komersial seperti sosis, nugget, dan roti putih. Dengan edukasi yang cukup, mungkin praktik makan tulang akan kembali naik daun di seluruh dunia.

Source link