Pramono Janji Percepat Perbaikan Akses Disabilitas di MRT dan TransJakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk membenahi akses transportasi publik agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas. Janji itu ia sampaikan saat membuka Job Fair Penyandang Disabilitas Tahun 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, di tengah sorotan terhadap fasilitas umum yang dinilai belum sepenuhnya inklusif.
Keluhan soal halte dan stasiun masih terdengar
Pramono mengakui masih ada masukan dan keluhan dari komunitas disabilitas mengenai akses ke sejumlah halte TransJakarta dan stasiun MRT Jakarta. Menurut dia, persoalan itu tidak bisa dibiarkan karena transportasi publik seharusnya menjadi ruang yang mudah diakses semua warga, tanpa terkecuali. Ia menyebut perbaikan fasilitas akan terus didorong agar hambatan mobilitas yang selama ini dirasakan penyandang disabilitas bisa dikurangi.
Target Jakarta yang lebih inklusif
Dalam pandangannya, pembenahan aksesibilitas bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun kota yang lebih adil dan setara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Pramono, akan terus mengarahkan kebijakan agar lingkungan perkotaan benar-benar inklusif, termasuk pada layanan transportasi yang menjadi kebutuhan harian warga.
Langkah yang sudah berjalan
Pramono juga menyinggung sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemprov DKI, seperti penyediaan Kartu Disabilitas dan pembentukan Pasukan Putih. Layanan ini ditujukan untuk membantu kesehatan serta pendampingan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Meski begitu, ia menekankan bahwa pekerjaan rumah terbesar masih ada pada perbaikan fasilitas publik, terutama di titik-titik transportasi yang setiap hari dipakai masyarakat luas.
Dengan dorongan tersebut, Pemprov DKI Jakarta diharapkan tidak berhenti pada janji pembenahan, tetapi benar-benar mempercepat penyesuaian di lapangan agar halte TransJakarta dan stasiun MRT Jakarta bisa lebih mudah diakses oleh semua kalangan.
Source link












