Berita  

Pemilu 2029: Bahlil Ingatkan Kader Golkar untuk Melek Digital

Pemilu 2029: Bahlil Ingatkan Kader Golkar untuk Melek Digital

Menjelang Pemilu 2029, Bahlil mengingatkan kader Partai Golkar agar tidak tertinggal di tengah perubahan zaman. Pesannya sederhana, tetapi tegas: partai politik yang ingin tetap relevan harus mampu membaca arah perkembangan digital, tanpa meninggalkan akar sejarah dan kedekatan dengan rakyat. Di tengah kompetisi politik yang makin cepat dan terbuka, kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar Golkar tidak hanya besar di masa lalu, tetapi juga kuat menghadapi masa depan.

Golkar Disebut Lahir dari Kekuatan Rakyat

Dalam penjelasannya, Bahlil menekankan bahwa Partai Golkar lahir dari 97 organisasi kemasyarakatan yang beragam. Basis itu mencakup kelompok petani, nelayan, TNI, Polri, hingga organisasi mahasiswa seperti Muhammadiyah. Dari sejarah itu, Golkar disebut hadir bukan sebagai milik segelintir orang, melainkan sebagai partai yang tumbuh dari denyut masyarakat Indonesia.

Bahlil juga menegaskan bahwa Golkar lahir untuk mempertahankan ideologi Pancasila dari berbagai ancaman ideologi lain. Karena itu, menurut dia, identitas Golkar tidak boleh dilepaskan dari semangat kebangsaan, keterbukaan, dan keberagaman yang sejak awal menjadi fondasi partai.

Pengalaman Panjang Jadi Modal, Bukan Alasan Berpuas Diri

Bahlil menilai sejarah panjang Golkar adalah modal besar yang tidak dimiliki semua partai. Ia menyebut pengalaman partai itu bukan hanya dalam memenangkan pemilu, tetapi juga dalam memimpin pemerintahan. Bahkan, ia menyinggung bahwa selama 32 tahun negara ini dipimpin oleh Golkar, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sebagai bukti panjangnya jam terbang politik partai tersebut.

Menurut Bahlil, pengalaman itu seharusnya membuat Golkar semakin matang, bukan justru merasa paling aman. Di tengah perubahan perilaku pemilih, terutama generasi muda yang akrab dengan ruang digital, partai dituntut lebih lincah dalam menyampaikan gagasan dan menjaga kedekatan dengan publik.

Pesan untuk Kader: Jangan Eksklusif, Harus Tetap Dekat dengan Rakyat

Bahlil menggarisbawahi bahwa Golkar harus tetap menjadi partai yang inklusif, bukan eksklusif. Ia menekankan pentingnya menjaga pintu tetap terbuka bagi berbagai kalangan, sekaligus memastikan partai tidak menjauh dari kebutuhan masyarakat. Dalam konteks Pemilu 2029, kedekatan itu disebut semakin penting karena arus informasi bergerak cepat dan publik semakin kritis terhadap sikap partai.

Dengan bekal sejarah, pengalaman, dan semangat keterbukaan, Golkar diharapkan mampu melangkah ke depan dengan keyakinan yang kuat. Bahlil menutup pandangannya dengan optimisme bahwa partai berlambang pohon beringin itu masih punya ruang besar untuk menjaga peran politiknya dan ikut menentukan arah Indonesia ke depan. Source link