Berita  

Prabowo Pertimbangkan Usulan Golkar tentang Pemilihan Kepala Daerah oleh Parlemen

Prabowo Tanggapi Usulan Golkar soal Pilkada Lewat Parlemen, Soroti Biaya Politik yang Terlalu Mahal

Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal positif terhadap usulan Partai Golkar mengenai pemilihan kepala daerah yang tidak lagi dilakukan secara langsung oleh rakyat. Dalam pandangannya, gagasan itu layak dibahas lebih jauh karena berkaitan dengan upaya menekan biaya politik yang selama ini kerap dianggap terlalu besar dan membebani proses demokrasi.

Di hadapan kader Golkar pada peringatan HUT ke-61 partai tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia perlu berani mencari bentuk demokrasi yang sesuai dengan kebutuhan sendiri. Ia menilai, sistem politik seharusnya tidak hanya tampak demokratis, tetapi juga efisien dan tidak memberi ruang dominan bagi pemilik modal.

Prabowo: Demokrasi Jangan Dikuasai Uang

Menurut Prabowo, salah satu persoalan utama dalam politik adalah mahalnya biaya untuk bertarung dalam kontestasi. Kondisi itu, kata dia, berisiko membuat jabatan publik hanya bisa dijangkau oleh mereka yang memiliki kekuatan finansial besar. Karena itu, ia menyambut baik dorongan untuk mengurangi peran uang dalam politik.

Ia juga menyoroti bahwa biaya politik yang tinggi bisa membuka jalan bagi praktik korupsi. Dalam pandangannya, sistem yang terlalu mahal akan mendorong berbagai cara untuk menutup pengeluaran politik, dan pada akhirnya merugikan kepentingan publik. Prabowo menekankan perlunya solusi yang tetap menjaga unsur demokrasi, tetapi lebih hemat dan rasional.

Mengacu pada Sejumlah Negara

Untuk memperkuat pandangannya, Prabowo menyebut beberapa negara yang dinilai mampu menjalankan politik dengan biaya lebih efisien, seperti Malaysia, India, Inggris, Kanada, dan Australia. Negara-negara itu dijadikan contoh bahwa sistem politik yang lebih hemat bukan hal yang mustahil diterapkan.

Dalam konteks usulan Golkar, Prabowo memandang pemilihan kepala daerah melalui parlemen dapat menjadi salah satu opsi yang patut dipertimbangkan. Skema itu, menurut penjelasan yang ia sampaikan, dapat melibatkan DPR di tingkat provinsi serta DPRD di tingkat kabupaten atau kota sebagai pihak yang memilih pemimpin daerah.

Seruan untuk Melihat ke Depan

Prabowo menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus dibangun di atas persaingan yang sehat, tetapi setelah proses politik selesai, semua pihak perlu kembali bersatu. Ia mendorong agar energi politik diarahkan untuk bekerja sama membangun bangsa, bukan terus terjebak dalam pertarungan yang menguras tenaga dan biaya.

Baginya, yang paling penting adalah memastikan arah politik nasional tetap bergerak ke depan. Karena itu, usulan Golkar soal pemilihan kepala daerah lewat parlemen disebutnya sebagai gagasan yang perlu dikaji dengan serius, terutama jika tujuannya adalah membuat demokrasi lebih efisien tanpa kehilangan esensi keterwakilan.

Source link