Manfaat Persaudaraan Melalui Olahraga: Sea Games 2021

SEA Games ke-33 telah dimulai pada 9 hingga 20 Desember di Thailand sebagai tuan rumah. Ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara ini diadakan setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. SEA Games diperuntukkan bagi atlet negara-negara di kawasan ASEAN, dan berada di bawah naungan Southeast Asian Games Federation (SEAGF) dengan pengawasan dari International Olympic Committee (IOC) dan Olympic Council of Asia (OCA).

Awalnya dikenal sebagai Southeast Asian Peninsular Games (SEAP Games), gagasan SEA Games pertama kali dicetuskan pada tahun 1957 oleh Laung Sukhumnaipradit dari Thailand. Tujuannya adalah untuk mempererat tali persaudaraan antarnegara di Asia Tenggara melalui olahraga dan untuk menciptakan ajang olahraga serupa dengan Asian Games atau Olimpiade. Pertemuan pada tahun 1958 menghasilkan kesepakatan untuk meluncurkan SEAP Games, yang kemudian berganti nama menjadi SEA Games.

SEAP Games pertama kali digelar di Bangkok, Thailand pada Desember 1959. Pada tahun 1975, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Filipina ditambahkan sebagai anggota baru, dengan nama Federasi SEAP yang kemudian berubah menjadi Southeast Asian Games Federation (SEAGF). Perubahan ini juga diikuti dengan pergantian nama ajang menjadi SEA Games.

SEA Games memberikan keleluasaan bagi negara tuan rumah untuk menambahkan cabang olahraga lokal, yang memungkinkan mereka memperkenalkan warisan budaya dan identitas negara melalui kompetisi olahraga. Tiap penyelenggaraan SEA Games menampilkan beragam cabang olahraga tambahan yang mencerminkan kekayaan budaya setempat.

Pada 2025, Thailand sebagai tuan rumah SEA Games mempertandingkan 50 cabang olahraga di tiga lokasi berbeda. Ajang multi-olahraga ini menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat olahraga dan persaudaraan di kawasan Asia Tenggara.

Source link