Penanganan bencana dilakukan melalui tiga tahap oleh PMI yang dipimpin Ketua Umum Jusuf Kalla. Tahap pertama adalah tanggap darurat, yang fokusnya pada penyediaan makanan, layanan kesehatan, dan tempat penampungan. Saat ini, proses telah memasuki tahap rehabilitasi, dimana sekitar 190 ribu rumah di tiga provinsi terdampak perlu dibersihkan sebelum warga dapat kembali. Proses rehabilitasi ini melibatkan relawan, PMI, TNI, dan Polri dengan perkiraan waktu dua hingga tiga bulan.
Selain itu, sektor pertanian juga mengalami kerusakan serius akibat bencana. Sekitar 60 ribu hektare lahan sawah tertutup material banjir sehingga memerlukan proses pengerukan dan rekonstruksi. Di sisi lain, PMI kini menerapkan sistem logistik berbasis pembelian lokal untuk mempercepat distribusi bantuan dan menggerakkan ekonomi setempat. Jusuf Kalla menegaskan pentingnya pembelian bantuan di daerah terdampak atau terdekat untuk efisiensi distribusi.
Meskipun menerima bantuan internasional, pemerintah Indonesia tetap mengutamakan kemampuan nasional dalam penanganan bencana. Kerja sama antara Apindo dan PMI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha dan lembaga kemanusiaan untuk penanganan bencana, baik pada tahap darurat maupun pemulihan jangka panjang.












