Perayaan Tahun Baru di Jakarta akan diselenggarakan dengan penuh kesederhanaan dan empati, sesuai dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk reaksi atas bencana yang melanda tiga provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Pramono menegaskan bahwa Jakarta sebagai ibu kota negara akan menjadi sorotan baik nasional maupun internasional, sehingga konsep perayaan Malam Tahun Baru harus mencerminkan kedamaian dan kesederhanaan. Dalam rangka itu, pertunjukkan kembang api akan digantikan dengan pertunjukkan drone sebagai alternatif yang diusung oleh Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, tempat khusus juga akan disiapkan untuk memungkinkan masyarakat merenung, berdoa, dan kontemplasi sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa bencana yang terjadi. Meskipun demikian, Pramono menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah larangan bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa syukur secara sederhana. Dengan demikian, keputusan untuk merayakan Tahun Baru dengan elemen kesederhanaan dan empati diharapkan dapat mencerminkan solidaritas dan penghargaan kepada para korban bencana serta menginspirasi kesadaran akan pentingnya keberpihakan pada sesama.
Wali Kota Yogyakarta Melarang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026
Read Also
Recommendation for You

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar “Festival Pecinan di TMII” untuk merayakan Hari Raya Imlek…

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Edison Isir, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam…

Pertunjukan atraksi barongsai yang sebelumnya telah sukses memukau penonton di Guangxi, China, dan Sydney, Australia…

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, telah mengundurkan diri…

Pertama-tama, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengunduh aplikasi Rekosistem. Anda bisa memasang aplikasi ini…







