Broken Strings adalah buku yang telah menjadi viral di media sosial. Buku ini ditulis oleh Aurélie Moeremans dan mengangkat topik yang jarang dibicarakan, yaitu manipulasi dan kekerasan emosional. Dalam memahami fenomena viral ini, saya merasa penasaran untuk mengetahui seberapa jujur dan mendalam cerita yang dihadirkan oleh buku ini.
Aurélie Moeremans membawa pembaca masuk ke dalam dunia masa kecilnya yang penuh keterbatasan dan pemendam emosi. Hal ini membentuk fondasi bagi hubungan-hubungan yang dibangun di masa dewasanya. Broken Strings tidak menghadirkan sensasi dramatis atau victimisasi, namun justru mengungkap kekuatan dalam berbagi kisah yang jujur dan personal.
Keunikan dari buku ini terletak pada cara Aurélie menggambarkan kekerasan emosional tanpa teriakan atau kekerasan fisik, melainkan melalui kata-kata halus, tuntutan tidak langsung, dan ekspektasi yang membuat korban merasa bersalah. Gaya bercerita yang sederhana dan mengalir membuat pembaca merasa terhubung dengan cerita secara personal.
Buku ini berhasil menarik perhatian banyak orang karena memberikan bahasa pada pengalaman yang seringkali sulit diungkapkan. Meskipun tidak memberikan solusi instan, Broken Strings membantu pembaca mengenali pola-pola kekerasan emosional yang sering kali muncul dari hal-hal kecil yang dinormalisasi. Dirilis pada 10 Oktober 2025, buku ini tidak hanya sekadar memoar, tetapi juga menyediakan ruang bagi pembaca untuk merenung dan mengidentifikasi pola-pola yang mungkin ada dalam kehidupan mereka sendiri.
