Indonesia sedang mengalami fenomena triple planetary crisis, yaitu krisis iklim, pencemaran, dan keanekaragaman hayati. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, kondisi ini menjadi tantangan nyata yang dihadapi Indonesia sehari-hari. Data dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mencatat suhu global tahun 2024 sebagai yang terpanas sepanjang sejarah, dengan kenaikan suhu mencapai 1,4 derajat Celsius. Hal ini berdampak signifikan bagi negara tropis seperti Indonesia, dengan dampak seperti curah hujan ekstrem, banjir, dan kenaikan muka air laut yang menjadi pola baru. Krisis iklim, pencemaran, dan keanekaragaman hayati disebabkan oleh berbagai faktor, seperti aktivitas manusia yang melepas emisi melalui berbagai sektor. Krisis pencemaran udara, air, dan tanah serta sampah juga turut memperparah masalah, dengan udara sebagai penyumbang polusi terbesar. Kegiatan seperti penangkapan ikan berlebihan dan hilangnya habitat juga berkontribusi pada krisis keanekaragaman hayati. Indonesia harus menghadapi dan mengatasi tantangan ini untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Triple Planetary Crisis di Indonesia: Menteri LH Perkuat Sistem Lingkungan
Read Also
Recommendation for You

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana untuk melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal dan juga…

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa perang di Timur Tengah…

Dari hasil konstruksi perkara, Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap bahwa…

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa beberapa negara telah mengambil langkah-langkah penghematan untuk menghadapi eskalasi konflik…

Polsek Pancoran Mas berhasil menangkap tersangka dukun palsu dengan inisial LE di wilayah Mampang, Depok….







