Polda Metro Jaya akhirnya buka suara setelah beredar video yang memperlihatkan aksi seorang mahasiswa mencoret kain penutup kepala atau jilbab yang dikenakan seorang Polwan saat penyampaian pendapat di depan Mabes Polri. Peristiwa itu langsung menyita perhatian publik karena dianggap melampaui batas dalam aksi unjuk rasa yang semestinya tetap dijalankan secara tertib.
Polisi: Kebebasan Berpendapat Harus Tetap Beradab
Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Budi Hermanto menegaskan bahwa kain penutup kepala yang digunakan Polwan bukanlah sarana untuk memancing provokasi. Menurutnya, Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, tetapi kebebasan itu tetap harus dijalankan dengan cara yang beradab dan tidak merendahkan martabat orang lain.
Ia juga menyayangkan adanya oknum mahasiswa yang menghina anggota Polri di tengah aksi tersebut. Meski begitu, Polda Metro Jaya tetap mengapresiasi jalannya demonstrasi yang secara umum berlangsung aman, tertib, dan damai.
3.992 Personel Dikerahkan Jaga Situasi
Untuk memastikan keamanan selama unjuk rasa, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.992 personel. Pengamanan dilakukan bersama polres jajaran agar kegiatan di depan Mabes Polri tetap terkendali dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Sebelumnya, sempat beredar informasi mengenai rencana demonstrasi terkait kematian seorang siswa madrasah yang dijadwalkan digelar di Mabes Polri pada pukul 13.00 WIB. Dalam video yang beredar luas, seorang mahasiswi tampak mencoret kain penutup kepala Polwan dengan tulisan yang dinilai tidak pantas.
Menjaga Ketertiban di Tengah Ramadhan
Polda Metro Jaya menekankan bahwa penyampaian aspirasi seharusnya tetap menjaga etika, terlebih di bulan suci Ramadhan. Budi Hermanto mengingatkan bahwa kesabaran menjadi kunci agar situasi tetap aman dan tidak berkembang menjadi tindakan yang merugikan banyak pihak.
Polri berharap setiap aksi massa dapat menjadi ruang menyampaikan pendapat tanpa harus melukai rasa hormat kepada sesama. Dalam situasi seperti ini, ketertiban dan sikap saling menghargai disebut menjadi ukuran penting agar aspirasi tetap tersampaikan tanpa memicu ketegangan.
Source link












