Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat pria yang ditemukan mengambang pada kubangan air dekat rumah pemotongan hewan (RPH) Jalan Peternakan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan bahwa visum sementara tidak menunjukkan adanya unsur kekerasan. Meskipun jasad pria itu masih menjalani autopsi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), keluarga korban telah mengidentifikasi jasad tersebut. Identitas korban belum diungkapkan, namun proses identifikasi dilakukan setelah keluarga mengenali jasadnya.
Menurut Arfan, korban diduga telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan pada Kamis (26/3), hal ini terlihat dari kondisi tubuh korban yang sudah membengkak dan membusuk saat ditemukan. Hingga saat ini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian korban. Korban diketahui pernah bekerja di RPH dekat lokasi penemuan jasadnya.
Sebelumnya, temuan mayat di kubangan air limbah rumah pemotongan hewan (RPH) di Kapuk, Cengkareng, membuat heboh warga sekitar. Warga yang pertama kali menemukan jasad tersebut langsung melaporkannya kepada warga lain dan menciptakan kerumunan. Korban, yang merupakan seorang pria, tidak dikenali oleh warga sekitar. Kondisi tubuh korban yang sudah membusuk dan terendam dalam limbah air menyebabkan aroma yang tidak sedap di sekitar lokasi kejadian.
Pengamatan di lokasi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, yang terlihat sudah membengkak akibat terendam dalam air limbah. Penyebab kematian korban masih menjadi misteri, namun pihak kepolisian terus menyelidiki kasus ini. Korban diketahui memiliki ciri-ciri mengenakan celana panjang hitam dan kaos berwarna cokelat. Selain itu, informasi lebih lanjut masih menunggu hasil autopsi dari pihak berwenang.












