Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menambahkan 20 unit truk pengangkut sampah guna mengatasi penumpukan sampah di sejumlah wilayah, terutama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan tumpukan sampah yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari warga. Menurut Pramono, penambahan armada ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan tersebut.
Pramono juga mengakui bahwa masalah penanganan sampah di Jakarta masih belum sepenuhnya terselesaikan dan masih terdapat beberapa titik yang mengalami penumpukan sampah. Namun, ia menegaskan bahwa sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sudah mulai berkurang. Penumpukan sampah di Jakarta terjadi setelah aktivitas di TPST Bantargebang dibatasi akibat insiden longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Hal ini mengakibatkan pengiriman sampah ke lokasi tersebut terhenti sementara waktu.
Sebelumnya, sejumlah warga di sekitar TPS Pasar Induk Kramat Jati mengungkapkan kekhawatiran akan potensi banjir akibat robohnya tembok pembatas di lokasi tersebut. Upaya penanganan sampah terus dilakukan oleh pemerintah setempat, dengan harapan dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan serta mencegah terjadinya masalah lebih lanjut.












