10 Tanda Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai
Nyeri Dada
Nyeri dada merupakan gejala yang paling umum dari penyakit jantung. Seringkali muncul akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang menyuplai darah ke jantung. Gejalanya bisa berupa tekanan, sesak, atau sensasi dada tertindih beban berat.
Nyeri atau Sensasi Terbakar di Perut
Beberapa orang, terutama wanita, tidak merasakan nyeri dada tapi merasakan nyeri atau sensasi terbakar di perut atas. Hal ini seringkali disalahartikan sebagai masalah pencernaan atau sakit maag.
Nyeri Menjalar ke Lengan, Rahang, atau Punggung
Sensasi nyeri tidak selalu terasa di dada saja, tetapi juga bisa menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung. Kondisi ini terjadi karena saraf yang mengirimkan sinyal nyeri dari jantung terhubung dengan bagian tubuh lainnya.
Berkeringat secara tiba-tiba tanpa aktivitas fisik yang berat bisa menjadi tanda masalah jantung. Biasanya terjadi saat jantung kesulitan memompa darah secara optimal. Gejala ini biasanya disertai nyeri dada, sesak napas, atau mual.
Sensasi tertekan atau tercekik di tenggorokan juga bisa menjadi tanda penyakit jantung, terutama angina. Gejala ini bisa disalahartikan sebagai masalah pada saluran pernapasan atau tenggorokan.
Nausea atau rasa ingin muntah seringkali dikaitkan dengan gangguan pencernaan, tapi juga bisa menjadi gejala serangan jantung. Mual bersamaan dengan nyeri dada, sesak napas, atau rasa tidak nyaman di tubuh lainnya harus diwaspadai.
Pembengkakan kaki atau pergelangan kaki bisa menjadi tanda gagal jantung. Kondisi ini terjadi akibat kemampuan jantung yang menurun sehingga cairan menumpuk di jaringan tubuh.
Nyeri kaki saat berjalan bisa menjadi tanda penyakit arteri perifer yang menghambat aliran darah ke kaki. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Kelelahan yang terus-menerus tanpa penyebab jelas bisa menjadi tanda penyakit jantung. Akibat buruknya pasokan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, tubuh terasa lemah dan mudah lelah.
Jantung berdebar atau palpitasi bisa menjadi tanda gangguan irama jantung atau aritmia. Detak jantung yang cepat, kuat, atau tidak beraturan harus diwaspadai, terutama jika disertai pusing atau pingsan.
