Saat ini, masyarakat sekitar rimba sudah tidak hanya mengandalkan komoditas getah dan kulit kayu mentah lagi. Mereka mulai menciptakan nilai tambah tinggi melalui inovasi dalam pengembangan produk olahan biomassa, budidaya madu kelulut, dan sistem pertanian agroforestri kopi.
Menciptakan Nilai Tambah
Menurut Elpa, beberapa kelompok tani hutan di wilayah daerah perkotaan berhasil mengubah paradigma dengan menyulap kawasan konservasi menjadi destinasi jasa wisata alam bernilai finansial yang sangat menguntungkan. Potensi besar yang belum optimal mendorong peningkatan kapasitas usaha dan perluasan kemitraan bisnis untuk pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif.
Peran Tenaga Penyuluh
Elpa menambahkan bahwa nilai ekonomi dari perhutanan sosial sangat bergantung pada peran aktif para tenaga penyuluh. Mereka membantu petani dalam mengakses jejaring pemasaran dan menata sistem pencatatan administrasi untuk mendukung peningkatan aktivitas komersial yang berkelanjutan.
Peningkatan berbagai aktivitas komersial tersebut juga turut menumbuhkan rasa percaya diri pada keanggotaan. Hal ini penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat kolektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam hayati.
Diversifikasi Usaha
Sebagai langkah antisipasi untuk masa depan, strategi diversifikasi usaha tetap dijadikan landasan penting. Hal ini bertujuan agar masyarakat di pedalaman tidak terlalu bergantung pada satu jenis produk komoditas unggulan yang berpotensi menimbulkan ketergantungan fatal.












