TNI Akan Tingkatkan Pengamanan di Papua Usai Penembakan Pilot Maskapai AMA
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengungkapkan rencana TNI untuk meningkatkan penempatan aparat keamanan di beberapa titik rawan di Papua, menyusul insiden penembakan terhadap pilot maskapai AMA di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Penambahan Aparat Keamanan di Titik-titik Rawan
Menurut Lucky, dalam kejadian penembakan terhadap pilot Nicholas Goselin, tidak ada pos aparat keamanan di lokasi kejadian. Hal ini mengakibatkan jarak pos aparat keamanan terdekat sekitar 40 kilometer dari tempat kejadian dengan kondisi medan yang sulit di pegunungan.
Lucky juga menekankan bahwa insiden serupa terjadi sebelumnya saat penyerangan terhadap pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan yang menewaskan dua kru pesawat. Oleh karena itu, TNI berencana untuk mengevaluasi pengamanan di wilayah-wilayah yang rawan, terutama yang menjadi lokasi pelayanan penerbangan perintis.
Kolaborasi dengan Pihak Terkait
Upaya peningkatan pengamanan ini juga melibatkan kolaborasi dengan pihak lain, seperti Uskup Jayapura Yanuarius You. Bersama-sama diharapkan dapat mengidentifikasi daerah-daerah yang membutuhkan penambahan dan penebalan aparat keamanan guna meningkatkan perlindungan masyarakat serta kelancaran pelayanan di daerah terpencil.
Penempatan aparat keamanan di titik-titik rawan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan memastikan pelayanan tetap berjalan lancar. Sejumlah langkah diambil setelah evakuasi jenazah pilot maskapai AMA, Nicholas Goselin, yang tewas akibat penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.












