Warga yang Gagalkan Curanmor di Jaktim Ditembak, Polisi Selidiki Kasusnya
Kejadian penembakan terhadap seorang pengemudi ojek yang menghalangi tindak pencurian sepeda motor (curanmor) di Matraman, Jakarta Timur, sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Informasi ini disampaikan oleh Kapolsek Matraman AKP Suripno pada hari Senin.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Akibat percobaan curanmor, pengemudi ojek tersebut ditembak dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian sudah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan sedang berupaya mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.
Kapolsek Suripno mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti dan memahami lebih lanjut kronologi kejadian. Beberapa saksi juga sudah diperiksa untuk membantu penyelidikan.
Saksi mata bernama Evi menuturkan kronologi kejadian yang dia saksikan. Ia melihat korban berusaha menghalangi pencuri sepeda motor dan akhirnya ditembak saat situasi di Jalan Palmeriam cukup ramai. Pihak kepolisian juga mendapat informasi bahwa terdapat teriakan “maling” sebelum penembakan terjadi.
Selain itu, Evi juga melihat sejumlah warga mengejar dua terduga pelaku setelah terjadi penembakan. Korban mengalami luka tembak pada paha dan harus dilarikan ke rumah sakit karena kehilangan banyak darah. Pelaku melarikan diri setelah menembak korban.
Situasi Kritis di Matraman
Evi juga menjelaskan bahwa pelaku membawa senjata api dan melarikan diri ke arah Jalan Matraman Raya setelah menembak korban. Kejadian ini membuat masyarakat sekitar ketakutan dan tidak berani mendekati pelaku karena adanya tembakan.
Kejadian serupa yang terjadi di wilayah Matraman memperlihatkan situasi yang semakin memanas terkait tindak kejahatan curanmor. Kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat setempat.












