Penegakan Hukum: Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri di Indonesia
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, menyoroti maraknya aksi main hakim sendiri di sejumlah daerah Indonesia. Irawan mengecam tindakan ini sebagai alarm menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Dalam sepekan terakhir, terjadi sejumlah kejadian aksi main hakim sendiri yang mengakibatkan korban jiwa. Mulai dari pengeroyokan terhadap seorang pria yang diduga mencuri ayam di Bali hingga perantau asal Sinjai yang meninggal setelah dituduh mencuri sepeda motor di Morowali.
Fordalkan Penegakan Hukum
Ahmad Irawan menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, dan setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Ia mengecam tindakan kekerasan oleh masyarakat sebagai bentuk eigenrichting.
“Demi tegaknya hukum dan keadilan, saya meminta kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku pengeroyokan dan main hakim sendiri serta memberikan hukuman yang setimpal,” ujar Irawan.
Tanggapan dan Evaluasi
Selain menuntut penindakan terhadap pelaku, Ahmad juga meminta pemerintah untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. Ia menilai maraknya aksi main hakim sendiri harus dievaluasi secara menyeluruh.
Menurut Ahmad, salah satu faktor pemicu aksi tersebut adalah rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap proses dan institusi penegak hukum. Untuk memulihkan kepercayaan tersebut, penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan konsisten.












