MRT Jakarta Pastikan Pengembangan Pedestrian Deck Dukuh Atas Tanpa Menggunakan Anggaran APBD
MRT Jakarta telah memastikan bahwa pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Proyek ini masih dalam proses tender dan membutuhkan investasi sekitar Rp300 miliar.
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan, menyatakan bahwa estimasi investasi tersebut diperlukan untuk pembangunan fisik Pedestrian Deck Dukuh Atas. Proyek ini tengah mengalami proses tender dan nilai investasi kasar mencapai Rp300 miliar.
Skema Pendanaan Proyek
Seluruh pendanaan proyek ini akan diambil dari sumber dana MRT Jakarta. Skema pendanaannya terdiri dari 50 persen dana investasi MRT Jakarta dan 50 persen sisanya direncanakan berasal dari pinjaman.
Agus menegaskan bahwa MRT Jakarta tidak akan menggunakan skema investasi dari pihak swasta untuk mempertimbangkan kepemilikan aset setelah proyek selesai. Dengan mendanai proyek ini sendiri, Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menjadi aset milik MRT Jakarta.
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Agus menegaskan bahwa kepemilikan aset oleh MRT Jakarta akan memudahkan dalam koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dengan status kepemilikan yang jelas, kerjasama antara kedua pihak diharapkan bisa berjalan lancar.
Proyek ini diharapkan dapat membantu dalam menyatukan berbagai moda transportasi di sekitar Dukuh Atas, Jakarta. Dengan investasi yang besar ini, diharapkan masyarakat Jakarta dapat menikmati fasilitas transportasi yang lebih baik di masa depan.












