Berita  

Infografis Pertolongan Tersedak: Tahapan yang Tepat

Dua anak sekolah dasar meninggal dunia dalam kasus tersedak yang terjadi berdekatan. Seorang siswi kelas 1 SD di Batang, Jawa Tengah, meninggal setelah tersedak bakso. Beberapa hari kemudian, seorang siswa kelas 3 SD di Lampung Tengah meninggal setelah tersedak biji kelengkeng.

Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa tersedak dapat berkembang menjadi keadaan darurat dalam waktu singkat. Kondisi ini terjadi ketika benda asing menyumbat jalan napas dan menghambat aliran udara menuju paru-paru.

Kenali kondisi korban sebelum menolong

Langkah pertolongan perlu disesuaikan dengan kondisi korban. Jika korban masih mampu batuk atau berbicara, penolong sebaiknya membiarkannya batuk sekuat tenaga. Batuk dapat membantu mengeluarkan benda yang menghambat jalan napas.

Namun, apabila korban tidak dapat batuk, berbicara, atau bernapas, pertolongan harus segera diberikan. Pada orang dewasa dan anak berusia di atas 1 tahun, lakukan lima tepukan pada punggung, kemudian lima dorongan perut secara bergantian.

Penolong tidak dianjurkan memasukkan jari ke dalam mulut korban apabila benda yang menyumbat tidak terlihat. Tindakan tersebut dapat berisiko mendorong benda semakin masuk ke dalam jalan napas. Korban juga tidak boleh diberi makanan atau minuman saat sedang tersedak.

Teknik berbeda untuk bayi dan ibu hamil

Penanganan pada bayi berusia di bawah 1 tahun berbeda dari anak yang lebih besar dan orang dewasa. Pertolongan dilakukan dengan lima tepukan punggung dan lima dorongan dada secara bergantian.

Sementara itu, pada ibu hamil, dorongan perut tidak digunakan. Penolong perlu menyesuaikan teknik pertolongan dengan kondisi korban dan segera mencari bantuan apabila sumbatan tidak teratasi.

Jika korban kehilangan kesadaran, penolong harus segera meminta bantuan kegawatdaruratan dan melakukan CPR. Situasi tersebut membutuhkan tindakan cepat karena korban sudah tidak mampu mempertahankan jalan napas atau bernapas secara normal.

Pencegahan juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko tersedak, terutama pada anak. Perhatian perlu diberikan pada bentuk dan tekstur makanan sebelum dikonsumsi. Anak juga perlu dibiasakan makan sambil duduk, bukan ketika sedang bermain atau berlari.

Kasus di Batang dan Lampung Tengah menunjukkan bahwa makanan yang sehari-hari dikonsumsi dapat menjadi penyebab tersumbatnya jalan napas. Pengetahuan mengenai tanda bahaya dan langkah pertolongan menjadi penting agar respons terhadap korban tidak terlambat.

Source link