Dugaan Kebocoran Gas di Jaktim, Polisi Panggil Manajemen

Polsek Pasar Rebo memanggil satu orang dari pihak manajemen perusahaan di kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk dimintai keterangan terkait dugaan kebocoran gas yang berdampak pada puluhan warga. Polisi masih menyelidiki sumber dan rangkaian kejadian yang membuat warga mengalami sesak napas.

Kapolsek Pasar Rebo Kompol Wayan Wijaya mengatakan, hingga Selasa, baru satu perwakilan manajemen yang dipanggil penyidik. Namun, ia belum mengungkapkan identitas maupun jabatan orang tersebut.

“Baru satu orang dari pihak manajemen yang kami panggil untuk dimintai keterangan,” kata Wayan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurut Wayan, pemanggilan itu menjadi bagian dari penyelidikan atas insiden yang berdampak kepada warga RT 01/RW 04, Kelurahan Pekayon. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut dan belum menyimpulkan secara rinci penyebab kebocoran maupun pihak yang bertanggung jawab.

Polisi data warga terdampak

Selain meminta keterangan dari manajemen perusahaan, Polsek Pasar Rebo masih mendata jumlah warga yang terdampak. Data tersebut dikumpulkan melalui pengurus lingkungan setempat karena polisi masih mencari angka pasti warga RT 01/04 yang terpapar gas.

“Kami masih mencari data pasti warga RT 01/04 Kelurahan Pekayon yang terdampak dari gas amonia pabrik susu tersebut dari pengurus lingkungan,” ujar Wayan.

Sebelumnya, sebanyak 24 warga menjalani pemeriksaan medis setelah diduga terdampak kebocoran gas dari salah satu perusahaan di Jalan Raya Bogor, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi menyebut gas yang terhirup warga diduga berasal dari kebocoran di area perusahaan tersebut.

“Sebanyak 24 jiwa terdampak saat menghirup gas yang bocor di RT 001/004 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur,” kata Made.

Dari total tersebut, satu orang dibawa ke RS Harapan Bunda, tiga orang mendapat penanganan di RS Tugu Ibu, sedangkan 20 warga lainnya diperiksa di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.

Kronologi terdengar ledakan

Peristiwa itu terjadi pada Senin (28/9) sekitar pukul 14.15 WIB. Seorang saksi bernama Hermanto, yang sedang berada di rumah, mendengar suara ledakan dari arah perusahaan. Ia sempat mengira suara tersebut berasal dari ban kendaraan yang pecah.

Tak lama setelah suara itu terdengar, bau amonia yang menyengat mulai tercium. Hermanto bersama warga lain kemudian berhamburan keluar rumah. Polisi kini masih mengumpulkan keterangan dan data warga untuk memperjelas kronologi serta dampak insiden tersebut.

Source link