Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, menegaskan bahwa tidak ada tindakan pengeroyokan dalam kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Erza Walewangko (22), di area kampus pada Selasa (4/3). Dia menegaskan bahwa tidak terlihat adanya pengeroyokan, meskipun ada keributan yang terjadi. Keterangan ini menyanggah apa yang disampaikan keluarga korban. Kapolres Nicolas juga menyebutkan bahwa pemeriksaan telah dilakukan terhadap 47 saksi dalam kasus ini. Detailnya termasuk mahasiswa UKI, sekuriti kampus, RS UKI, rektorat UKI, keluarga korban, pengemudi kampus UKI, dan penjual minuman alkohol. Berdasarkan keterangan saksi, Kenzha sebelumnya mengonsumsi minuman beralkohol bersama dua rekannya di kampus dan kemudian pindah ke area payungan tengah. Saat berada di payungan tengah, Kenzha terjatuh sendiri tanpa disentuh oleh orang lain. Setelah insiden tersebut, Kenzha harus dibantu dua orang saksi menuju pinggir pagar kampus. Kisah ini memunculkan berbagai pernyataan dan temuan, termasuk adanya kandungan alkohol dalam tubuh Kenzha menurut pemeriksaan toksikologi. Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya alkohol dalam jumlah besar, namun bukan sebagai penyebab langsung dari kematian Kenzha. Alkohol dalam dosis tinggi diketahui berkontribusi pada proses kematian dengan mempengaruhi kesadaran dan kesulitan bernapas. Dengan demikian, penegakan fakta dan data menjadi kunci dalam penyelesaian kasus ini.
RDP Komisi III DPR dan Polisi: Tak Ada Pengeroyokan Mahasiswa UKI
Read Also
Recommendation for You

Satuan Reserse Narkoba dari Polres Metro Jakarta Timur sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku utama penjualan…

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap praktik clandestine lab atau laboratorium rahasia narkotika jenis…

Selama sepekan terakhir, terdapat beberapa peristiwa kriminal menarik yang patut diperhatikan, seperti penghentian penyidikan terhadap…

Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa Jakarta berhasil menempati posisi kota teraman…








