Berita  

Letjen Kunto Batal Digeser: Eks Aster KSAD Sarankan TNI Cermat Memutasi

Letjen Kunto Batal Digeser: Eks Aster KSAD Sarankan TNI Cermat Memutasi

Keputusan mutasi di tubuh TNI kembali menjadi sorotan setelah batalnya pergeseran Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Wibowo memunculkan perbincangan luas. Di tengah situasi itu, eks Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster KSAD) Mayjen (Purn) Prijanto mengingatkan agar setiap langkah mutasi dilakukan dengan sangat cermat, bukan sekadar cepat. Menurut dia, keputusan yang menyangkut prajurit tidak hanya berdampak pada internal institusi, tetapi juga mudah dibaca publik sebagai cerminan tata kelola di lingkungan militer.

Mutasi Jangan Sampai Memicu Kontroversi

Prijanto menilai, mutasi memang bagian dari dinamika organisasi, termasuk di TNI. Namun, prosesnya harus disusun dengan pertimbangan matang agar tidak menimbulkan pertanyaan di ruang publik. Ia menekankan bahwa sekali keputusan diumumkan, konsekuensinya tidak ringan karena menyangkut kepercayaan terhadap institusi. Karena itu, kehati-hatian menjadi kunci agar langkah yang diambil tidak berujung pada polemik yang sebenarnya bisa dihindari.

Sistem Merit Jadi Pegangan

Dalam diskusinya dengan media terkait batalnya mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo, Prijanto menyoroti pentingnya sistem merit sebagai dasar utama. Menurutnya, mutasi prajurit semestinya bertumpu pada ukuran yang jelas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, keputusan yang lahir tidak mudah diperdebatkan dan tidak menimbulkan kesan adanya langkah yang tergesa-gesa. Ia menilai, penerapan prinsip itu akan membantu TNI menjaga wibawa sekaligus meredam spekulasi yang berkembang.

Bukan Kasus Pertama di Lingkungan TNI

Prijanto juga mengingatkan bahwa batalnya mutasi bukan peristiwa yang benar-benar baru dalam struktur TNI. Ia mengaku pernah mengalami hal serupa saat masih aktif berdinas. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa proses penataan personel memang kerap menghadapi dinamika internal yang tidak sederhana. Namun justru karena itulah, menurut dia, setiap keputusan mutasi harus diperiksa secara teliti sebelum diputuskan, supaya tidak memunculkan masalah baru di kemudian hari.

Source link